Dampak Terlalu Sering Duduk

Siapa yang sering lupa waktu saat duduk sehingga bisa duduk hingga berjam-jam? Atau mungkin memang terpaksa harus duduk dalam waktu lama karena pekerjaan? Penelitian menunjukkan bahwa total lama duduk keseharian yang lebih tinggi berkaitan dengan tingkat



Siapa yang sering lupa waktu saat duduk sehingga bisa duduk hingga berjam-jam? Atau mungkin memang terpaksa harus duduk dalam waktu lama karena pekerjaan? Penelitian menunjukkan bahwa total lama duduk keseharian yang lebih tinggi berkaitan dengan tingkat risiko kematian yang lebih tinggi bahkan diperkirakan dapat mencapai angka risiko kematian 34% lebih tinggi pada orang dewasa yang duduk selama 10 jam dalam sehari.

 

Beberapa penelitian juga telah membuktikan bahwa duduk terlalu lama (lebih dari 8 jam sehari tanpa aktivitas fisik) mempunyai risiko kematian yang sama dengan yang ditimbulkan obesitas dan merokok. Sebaiknya Anda mulai sedikit demi sedikit mengubah kebiasaan ini bila tidak ingin terkena dampak-dampak berikut.

Beberapa dampak terlalu sering duduk:

  1. Kaki menjadi lemah

  2. Berat badan bertambah

  3. Nyeri di bagian leher/punggung/pinggang

  4. Meningkatkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes melitus, varises, deep vein thrombosis (DVT)

 

Dengan mengurangi lama duduk dan melakukan aktivitas fisik lebih banyak di sela-sela waktu dapat membakar lebih banyak kalori sehingga berat badan menurun, meningkatkan tonus otot dan kemampuan bergerak, serta tidak kalah penting menjaga kesehatan mental, terutama seiring pertambahan usia. Memang membiasakan diri memulai kebiasaan baru tidaklah mudah namun tips berikut dapat memberikan banyak manfaat dan menghindarkan diri kita dari dampak negatif akibat terlalu lama duduk. 

Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya dampak terlalu sering duduk:

  1. Menggunakan standing desk atau meja yang memungkinkan Anda mengerjakan pekerjaan rutin, seperti mengetik, dengan berdiri.

  2. Istirahat sejenak dari duduk setiap 30 menit atau melakukan senam perengangan tubuh setiap 2-3 jam selama 5-10 menit

  3. Berdiri saat berbicara di telepon atau menonton televisi

 

Tips ini mungkin membutuhkan energi yang lebih untuk dimulai. Tetapi aktivitas ini dapat memicu penurunan berat badan dan dapat menjaga kesehatan mental, khususnya umur. Jadi, jangan lupa untuk bergerak hari ini ya. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.

 

*Artikel ini ditulis oleh dr. Toto Surya Efar, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Cedera Rotator Cuff

Cedera rotator cuff sering dialami, tak hanya atlet tapi juga masyarakat umum, terutama seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi bahu dan kualitas hidup. Kenali gejalanya, baca selengkapnya di artikel ini!

Selengkapnya

Peran Cangkok Tulang dalam Pemulihan Patah Tulang Berat

Fraktur atau patah tulang bisa sembuh alami, tapi pada kondisi tertentu diperlukan penanganan khusus seperti bone graft. Apa itu bone graft? Bagaimana jenis dan prosedurnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut!

Selengkapnya

Kenali Penyakit Artritis Reumatoid: Gejala Hingga Cara Penanganannya

Sering disangka pengapuran, padahal berbeda! Artritis Reumatoid bisa menyerang siapa saja, bahkan usia muda. Kenali gejalanya yang datang-dan-pergi, penyebab autoimunnya, hingga penanganan medis dan terapinya di artikel ini.

Selengkapnya