Penyakit atau kelainan tulang yang umum terjadi pada anak dan cara mencegahnya

Apa sajakah kelainan bentuk yang sering ditemui dalam tumbuh kembang anak? Di sini akan dibahas beberapa yang kasusnya cukup banyak terjadi sehari-hari.



Setiap anak tumbuh dengan karakteristik yang unik: ada yang hidungnya mancung dan ada yang pesek, ada yang badannya bongsor dan ada yang imut. Pertumbuhan tulang anak pun bisa sedikit berbeda satu sama lain. Orang tua pun menjadi panik ketika bentuk tulang atau kaki si buah hati tampak kurang lurus. Padahal, seringkali hal demikian merupakan variasi normal dalam tumbuh kembang tulang anak. Di sisi lain, orang tua juga mesti mewaspadai kemungkinan bentuk tulang atau kaki anak ternyata merupakan suatu kelainan. Apa sajakah kelainan bentuk yang sering ditemui dalam tumbuh kembang anak? Di sini akan dibahas beberapa yang kasusnya cukup banyak terjadi sehari-hari.

- Bow legs
Kondisi ini dalam istilah medis disebut sebagai genu varum, atau diterjemahkan menjadi kaki O, yaitu kondisi di mana lutut membengkok atau melengkung ke arah luar, sehingga terdapat jarak yang signifikan di antara kedua lutut anak. Kondisi ini banyak dialami oleh bayi dan balita, tampak lebih nyata ketika si anak berdiri atau berjalan. Kaki O ini banyak ditemui pada bayi dari lahir, dan semakin menjadi perhatian saat anak belajar berjalan.    
Kaki O pada anak biasanya merupakan variasi normal, terjadi karena selama masa kandungan janin berusaha untuk menyesuaikan postur tubuhnya di dalam rahim yang relatif sempit. Kondisi ini disebut genu varum fisiologis, dan tidak digolongkan sebagai penyakit. Apabila tergolong fisiologis, kelengkungan tungkai anak akan membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak, biasanya dalam usia 2-3 tahun.
Meskipun kebanyakan merupakan variasi normal, kaki O ini juga bisa disebabkan oleh gangguan medis yang lebih serius seperti penyakit Blount (tibia vara), Rickets (rakitis), chondrodysplasia, cedera, atau infeksi. Anak harus dibawa berobat ke dokter orthopedi apabila kelainan bersifat unilateral (hanya salah satu sisi, kiri atau kanan saja), progresif (malah memberat seiring bertambah usia), atau persisten (masih bengkok setelah usia dua tahun).
Untuk kaki O fisiologis, anak tidak membutuhkan tata laksana apapun selain pemantauan serial hingga kelengkungan lutut menjadi normal. Akan tetapi, untuk kaki O yang disebabkan oleh penyakit tertentu, pengobatan berfokus pada sumber penyakitnya. Misalkan penyakit rakitis mesti ditangani dengan suplementasi vitamin D. Jika terlanjur bengkok parah, lutut dapat diluruskan dengan orthosis seperti knee brace atau tindakan operatif seperti osteotomi tibia.
- Knock knees
Kondisi ini adalah kebalikan dari bow legs, dalam istilah medis disebut sebagai genu valgum, diterjemahkan menjadi kaki X, adalah suatu kondisi di mana lutut membengkok atau melengkung ke arah dalam, sehingga pada saat kedua lutut bertemu, kedua kaki membengkok ke arah luar. 
Biasanya kaki X lebih kentara pada saat anak berusia 4 tahun. Kondisi ini wajar terjadi, dan sebenarnya merupakan bagian dari pertumbuhan anak-anak, yang sedikit membengkok ke arah dalam (bow-legged) pada usia 1-2 tahun dan cenderung membengkok ke luar pada usia 4 tahun. Biasanya, lutut anak akan lurus kembali saat anak berusia 6-7 tahun.
Pada sebagian kasus, kondisi kaki X pada anak dapat terjadi akibat beberapa kondisi lain seperti obesitas, radang sendi (seperti pada juvenile rheumatoid arthritis), rakitis, cedera sekitar lutut, infeksi tulang (osteomyelitis), atau kelainan genetik yang memengaruhi pertumbuhan tulang atau persendian sekitar lutut.
Kaki X perlu diperiksakan ke dokter dan diperiksakan rontgen jika menunjukkan tanda atau gejala sebagai berikut: terjadi pada usia di bawah 2 tahun, menetap hingga di atas 7 tahun, asimetris antara kedua lutut, atau menimbulkan gejala. Kaki X yang fisiologis sebenarnya tidak memerlukan tata laksana khusus. Namun, apabila sudut bengkok terlalu besar, mengganggu berjalan, atau terkait penyakit yang lebih serius, kaki X bisa ditangani dengan beberapa opsi seperti suplementasi obat, brace, atau operasi. 
- Flat feet
Flat foot, atau secara medis disebut pes planus, atau diterjemahkan sebagai kaki rata, adalah kondisi ketika salah satu atau kedua kaki memiliki kelengkungan (longitudinal arch) yang lebih sedikit atau tidak ada sama sekali. Kelengkungan ini memang biasanya tidak ditemukan pada bayi yang baru lahir dan batita, tetapi perlahan-lahan seharusnya terbentuk pada masa anak. Apabila kelengkungan ini terlambat atau tidak terbentuk, kaki anak akan terlihat lebih rata. Kondisi ini biasanya lebih tampak ketika anak berdiri, yaitu sebagian besar atau seluruh bantalan sisi dalam kaki menempel ke lantai. Suatu flat foot disebut fleksibel apabila kaki mempunyai kelengkungan pada saat tidur dan duduk, tetapi menjadi rata hanya pada saat berdiri dan berjalan. Flexible flat foot ini digolongkan sebagai variasi normal, bukan suatu kelainan.
Mayoritas anak dengan flat foot akan sembuh dengan sendirinya pada usia 4-8 tahun. Sebagian anak tetap mempunyai flat foot hingga remaja, dan kasus demikian biasanya menetap hingga dewasa. Untungnya, pada kasus kaki rata yang bertahan hingga dewasa, secara umum kelainan ini tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Gangguan yang paling sering dialami oleh anak dengan flat foot terbatas pada pegal, linu, atau nyeri yang memberat dengan aktivitas seperti berdiri atau berjalan lama. Jika tidak mengganggu aktivitas, flat foot sebenarnya tidak memerlukan tata laksana apapun. Akan tetapi, apabila menimbulkan keluhan yang mengganggu aktivitas, anak dapat diberikan sepatu khusus yang menyokong kaki yang rata. Selain itu, pada kasus flat foot yang berat, khususnya yang disebabkan oleh penyakit lain yang serius, flat foot juga dapat ditangani dengan cara operasi.

*Artikel ini ditulis oleh dr. Toto Surya Efar, SpOT dan bekerja sama dengan Nicolaas Budhiparama, MD., PhD., SpOT(K) dari Nicolaas Institute of Constructive Orthopedic Research & Education Foundation for Arthroplasty & Sports Medicine. www.dokternicolaas.com, instagram : @dokternicolaas

Share to

Artikel lainnya dari prof nicolaas

Cedera Rotator Cuff

Cedera rotator cuff sering dialami, tak hanya atlet tapi juga masyarakat umum, terutama seiring bertambahnya usia. Kondisi ini dapat mengganggu fungsi bahu dan kualitas hidup. Kenali gejalanya, baca selengkapnya di artikel ini!

Selengkapnya

Peran Cangkok Tulang dalam Pemulihan Patah Tulang Berat

Fraktur atau patah tulang bisa sembuh alami, tapi pada kondisi tertentu diperlukan penanganan khusus seperti bone graft. Apa itu bone graft? Bagaimana jenis dan prosedurnya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel berikut!

Selengkapnya

Kenali Penyakit Artritis Reumatoid: Gejala Hingga Cara Penanganannya

Sering disangka pengapuran, padahal berbeda! Artritis Reumatoid bisa menyerang siapa saja, bahkan usia muda. Kenali gejalanya yang datang-dan-pergi, penyebab autoimunnya, hingga penanganan medis dan terapinya di artikel ini.

Selengkapnya